Mama, Maafkan Aku...
Mama, maafkan aku yang tidak menjawab pesan singkat atau meneleponmu saat aku jauh darimu.
Maa, sungguh aku tak bermaksud untuk berbuat begitu. Awalnya hanya karena berbeda pendapat saja. Bukannya aku ingin membangkang pada Mama, hanya saja aku juga mempunyai pendapatku sendiri dalam menilai sesuatu. Saat aku berusaha memberitahu Mama sesuatu yang dalam persepsiku salah, bukan berarti aku memarahi Mama. Aku tidak ingin Mama menilai salah, Ma. Aku melakukannya juga demi kebaikan Mama.
Maafkan aku jika terkadang nada suaraku meninggi saat berbicara. Aku akan berusaha lebih sabar agar tidak menyakiti hatimu.
Tolong percayalah padaku, Maa. Dukung aku dengan keputusanku. Berilah aku restumu agar jalanku tak penuh ragu. Semua demi kebaikanku juga dirimu.
Terlepas dari semua itu, aku akan selalu dan terus melakukan yang terbaik untukku, untukmu, dan keluarga kita. Aku berusaha menjadi kebanggaanmu. Namun sebagai manusia biasa, aku juga tak pernah lepas dari dosa. Maafkan aku jika terkadang terlalu emosional dalam menghadapimu. Aku tak pernah bermaksud membangkang dan membuatmu marah.
Maafkan aku jika aku membuatmu menangis, Ma. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menebus semua kesalahanku padamu. Tersenyumlah padaku saat bahagia itu tiba. Tak akan pernah aku sia-siakan semua perjuanganmu dalam mendidik dan membesarkanku.
Mom, you have to understand that you will always mean the world to me.
I love you...
Komentar
Posting Komentar